Home | Uncategorized | Pakar UGM: Bisa Menimbulkan Salah Paham, ‘Anjay’ Baiknya Dihindari

Pakar UGM: Bisa Menimbulkan Salah Paham, ‘Anjay’ Baiknya Dihindari

Kampus UGM, UGM/Humas.

Jakarta: Polemik kata “anjay” yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial mencuri perhatian banyak pihak. Salah satunya adalah Linguis Sastra Indonesia, Dr. Suhandono yang ikut memberikan pandangannya tentang larangan penggunaan kata ‘anjay’ tersebut.

Kata Anjay baru-baru ini mengemuka di berbagai media, termasuk media sosial serta melibatkan Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) yang turut angkat bicara dan memberi pandangannya. Polemik inipun telah menyedot perhatian publik di tengah pandemi covid-19.

Dalam kehidupan sehari-hari, kata Suhandano, ada saja kata yang diplesetkan. Demikian pula dengan kataanjay, orang bisa saja menafsirkan kata tersebut sebagai plesetan kata anjing sehingga bermakna buruk apabila digunakan untuk memaki.

Menurut Suhandano, kata anjing dalam makian memiliki makna jelek karena dalam budaya Indonesia anjing dikonotasikan seperti najis, kotor, dan rakus. Sementara dalam makian orang terkadang memplesetkan kata itu karena tidak sampai hati mengucapkan apa adanya sebab akan terkesan vulgar.

“Demikian juga makian ‘asem’dan ‘bajigur’ dalam masyarakat Jawa, misalnya, maksudnya bukan buah asam dan jenis minuman tentunya,” kata Suhandonodi Fakultas Ilmu Budaya UGM, dikutip dari siaran pers UGM, Selasa, 1 September 2020.

Oleh karena itu, kata “anjay” dan kata-kata lain yang bisa menimbulkan kesan buruk, dan salah paham sebaiknya dihindari. Meski begitu bila dalam konteks dan orang yang terlibat dalam percakapan sudah saling mengenal dengan baik, maka sah-sah saja kata-kata semacam itu dipergunakan.

“Konteksnya beda, dalam dunia komedi misalnya, mungkin ada kata yang lebih vulgar dari itu, tapi biasa saja sebab dalam konteks melawak hal yang menyimpang dari hal yang umum bisa dianggap wajar,” terangnya.

Terlepas dari polemik yang terjadi, Suhandono memberikan pandangannya. Menurutnya, makna kata adalah apa yang ada dalam pikiran ketika mendengar atau membaca suatu kata.

Karena makna ada dalam pikiran, makna kata yang sama bisa berbeda antara orang per orang, tergantung pada pengalamannya. Demikian pula tentang kata “anjay” orang bisa memaknainya berbeda-beda.

Jika seseorang belum tahu dan kemudian diberi penjelasan apa arti kata anjay, mungkin akan dapat menerima penjelasan itu. “Tetapi meskipun belum tahu, orang bisa menebak makna kata berdasarkan pengalamannya,” pungkas Suhandono.

About NHSC Kebumen

NHSC Kebumen

Check Also

Karya Mahasiswa Unair, Pemudah Difabel dalam Mencari Kerja

Empat mahasiswa Unair peraih medali perak di 3rd Digitalised International Invention Innovation and Design Johor …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *