Home | Materi | News & Opini | Strategi Orang Tua dalam Menjaga Kesehatan Jiwa-Spiritual pada Anak Di Masa Pandemi

Strategi Orang Tua dalam Menjaga Kesehatan Jiwa-Spiritual pada Anak Di Masa Pandemi

Hallo sobat taukah kalian bahawa para ahli keperawatan menyimpilkan bahwa spiritual merupakan sebuah konsep yang dapat diterapkan pada seluruh manusia. Spiritual juga merupakan aspek yang menyatu dan universal bagi semua manusia. Setiap orang memiliki dimensi spiritual. Dimensi ini mengintegrasi, memotivasi, menggerakkan, dan mempengaruhi seluruh aspek hidup manusia.

Kesehatan jiwa atau kesehatan mental adalah tingkatan kesejahteraan psikologis atau ketiadaan gangguan jiwa. Kesehatan jiwa terdiri dari beberapa jenis kondisi yang secara umum dikategorikan dalam ‘kondisi sehat’, ‘gangguan kecemasan’, ‘stres’, dan ‘depresi’. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kesehatan jiwa yang baik adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tenteram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar. Kesehatan jiwa dapat didefinisikan juga sebagai ranah yang mengurusi (mengelola, dan sebagainya) suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual, dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu sejalan dan selaras dengan keadaan orang lain.

Terdapat tiga teori tentang penyebab gangguan jiwa, yaitu supranaturalpsikologis, dan biologis.

  1. Teori supranatural menyatakan bahwa gangguan jiwa disebabkan oleh kerasukan atau gangguan oleh makhluk gaib, ketidaksenangan para dewa, gerhana, gravitasi planet, kutukan, serta dosa. Secara harfiah supranatural berarti “alam yang lebih tinggi daripada alam yang ditinggali manusia” (dari Bahasa Latin supra “di atas” & nātūrālis “berkaitan dengan alam”.
  2. Teori psikologis memfokuskan diri pada pengalaman yang menyebabkan stres (perasaan tertekan) atau trauma (guncangan emosional karena pengalaman buruk), perilaku dan pikiran yang tidak selaras dengan sekitarnya (malasuai/maladaptif), atau persepsi yang terbiaskan (misalnya penerimaan inderawiah yang sebenarnya tidak ada, seperti mendengar suara-suara yang tidak nyata).
  3. Teori biologis menyatakan bahwa gangguan jiwa disebabkan oleh ketidakberfungsian ragawi, seperti akibat dari penyakit lain, pewarisan genetis secara turun-temurun, atau ketidakseimbangan dan kerusakan otak.

Untuk mengetahui lebih jelas dan lebih rincinya yuk simak di kopi hitam #21 atau KLIK DI SINI. Kalian akan mendapatkan informasi yang lebih rinci dan juga strateginya loh.

About NHSC Kebumen

NHSC Kebumen

Check Also

Singkat Mudah dan Praktis Belajar Bahasa Inggris “Noun”

Hallo sobat inspirasi…. Jumpa lagi nih dengan kakak dari Lembaga NHSC Spesial Buat Sobat Lembaga …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *