Home | Materi | News & Opini | Tetap Perhatikan Pendidikan Keagamaan Siswa Saat Belajar di Rumah

Tetap Perhatikan Pendidikan Keagamaan Siswa Saat Belajar di Rumah

 Untuk mengantisipasi penyebaran wabah virus corona, Kemendikbud menetapkan kebijakan belajar dari rumah dengan mengadopsi pembelajaran jarak jauh (PJJ) agar proses belajar mengajar dapat tetap berjalan. Eko Sugiyanto, Kepala Sekolah Cahaya Rancamaya Bogor menyampaikan bagi Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School Bogor dalam menghadapi dampak wabah Covid 19 tidak ada kata berhenti belajar. “Karena sejatinya setiap orang adalah guru, setiap tempat dan keadaan adalah sekolah,” tegasnya. Ia menyampaikan, sekolah yang ia pimpin tetap mengadakan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan sistem online (daring) selama dua pekan ini, dimulai Senin, 16 Maret hingga Sabtu, 11 April dan masih dapat diperpanjang disesuaikan keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Persiapkan guru dan siswa

“Proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini sebagai upaya pihak sekolah dalam mengikuti instruksi pemerintah terkait pencegahan penyebaran virus corona Covid-19 di Indonesia,” jelas Eko. Hal merupakan tindaklanjut dari Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan dalam masa darurat penyebaran Coronavirus Disease (COVID-19). Selain itu, pihak sekolah mengikuti Surat Edaran Walikota Bogor Nomor: 061/1169 – Umum tentang perpanjangan masa belajar di rumah bagi peserta didik SMP/SMA di Kota Bogor. Selama masa pembelajaran jarak jauh, guru dan staf melanjutkan pekerjaan seperti biasa di rumah masing-masing. Lebih jauh Eko menyampaikan pihaknya telah mempersiapkan dengan baik dalam memberikan sistem belajar online. Sebelumnya, sekolah telah memberikan training bagi guru-guru dalam menghadirkan pembelajaran digital. Para siswa juga sudah dibiasakan untuk mengikuti pembelajaran dan penilaian secara online seperti pelaksanaan try-out UN bagi siswa kelas 9 dan 12 berbasis Computer-based Test.

Selain itu, siswa-siswa juga sudah diperkenalkan dengan aplikasi seperti Google Classroom, Zoom, Quiziz, Kahoot, Edpuzzle, Live Streaming YouTube dan lain-lain berikut fitur-fitur pendukung yang memudahkan memperoleh materi, mengerjakan soal, serta konsultasi dengan guru pengampu mata pelajaran.

Tetap perhatikan pendidikan keagamaan

“Pihak sekolah selalu berupaya memberikan pelayanan pendidikan yang optimal bagi para siswa. Guru-guru memanfaatkan aplikasi-aplikasi pendukung pembelajaran online kepada siswa agar proses pembelajaran terus berlanjut meskipun mereka tidak di sekolah,” jelas Eko. Ia menambahkan aktivitas tatap muka selama kegiatan pembelajaran dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi Zoom. Dengan kegiatan ini guru dan wali kelas dapat memberikan materi pelajaran dan memberikan sesi konsultasi kepada siswa secara langsung.

Sekolah juga telah berkoordinasi dengan orangtua siswa tetap memberikan pelajaran bahasa Arab dan tajwid secara online sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arab siswa dan melatih kemampuan membaca Al Quran dengan baik dan benar. Disamping itu, sebagai tambahan pengetahuan, seluruh siswa SMP SMA Cahaya Rancamaya dapat mengikuti ceramah online secara live melalui channel YouTube sekolah yang disampaikan guru agama sekolah. Salah orangtua, Mahpud Sujai menyatakan rasa senang melihat putranya masih tetap mendapatkan bimbingan pelajaran umum serta pelajaran agama Islam meskipun berada di rumah dan walikelas terus memantau perkembangan kegiatan belajar mengajar serta hafalan Alquran putranya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Tetap Perhatikan Pendidikan Keagamaan Siswa Saat Belajar di Rumah”
Penulis : Yohanes Enggar Harususilo
Editor : Yohanes Enggar Harususilo

About NHSC Kebumen

Check Also

CEK SCORE SKDmu Yuk !!!

Ujian Seleksi Kompetensi Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun Anggaran 2021 (Tes SKD CPNS 2021) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *